sharing pengalaman studi di Jepang (3): Laboratorium


Jarum jam menunjukkan pukul 16.30 sore hari, angin dingin berhembus pelantapi matahari sudah malas menampakkan diri, menyembunyikan keperkasaannya di balik horizon bumi berganti wujud menjadi mega merah indah di ufuk barat. Suhu udara 12 derajat celcius yang pada siang tadi cukup nyaman dikulit, kini berubah menjadi dingin membekukan badan. Saat ini adalah awal dimulainya musim gugur di Jepang, sehingga matahari terbenam lebih cepat dan terbit lebih lambat. Sebaliknya pada musim panas matahari terbit lebih cepat dan tenggelam lebih lambat. Hari itu setelah bersusah payah mencoba berangkat sendiri ke kampus dengan densha (kereta listrik di Jepang) kemudian menghadiri beberapa kuliah awal tibalah saya di Laboratorium saya di gedung S 2 kampus suzukakedai Tokyo Institute of Technology. Laboratorium saya terletak di lantai ke-7 atau lantai teratas gedung ini. Continue reading