Tips Hidup Hemat Namun Sehat dan Ceria Ala Pelajar di Jepang


Tokyo dengan segala simbol biaya hidup termahal di dunia hampir di semua aspek kehidupan, memberikan tantangan tersendiri bagaimana cara pengaturan keuangan yang baik. Sebagai seorang pelajar, dengan sumber keuangan yang terbatas, tentu kita harus bijak dan cermat dalam mengeluarkan uang. Tidak hanya untuk uang hidup sehari-hari, kita harus bisa menabung untuk masa depan dan untuk orang-orang yang kita cintai. Misalnya bisa menabung untuk membeli rumah, mobil, naik haji atau membiayai pernikahan bagi yang masih single 🙂

Selama hampir empat tahun di Jepang, saya mengalami beberapa tahapan “pendewasaan” bagaimana cara hidup berhemat namun tetap sehat dan ceria. Sehat dan ceria di sini maksudnya kita bisa makan enak tiap hari dan juga menikmati rekreasi secara rutin. Continue reading

Advertisements

Prosedur Perpanjangan Paspor dan Visa di Jepang


Tidak terasa sebentar lagi saya harus melakukan lagi prosedur perpanjangan paspor dan visa. Sebagai pemegang paspor biru (paspor dinas), saya mempunyai kewajiban untuk perpanjang paspor tiap dua tahun sekali demikian juga untuk visa saya yang akan mengikuti berapa durasi lama saya tinggal di Jepang berdasarkan batas tanggal paspor yang tertera. Untuk perpanjangan paspor saya harus pergi ke kedutaan besar republik Indonesia di Tokyo. Kebetulan saya berdomisili di area tokyo juga, jadi hal ini tidak menjadi masalah. Untuk perpanjangan visa, saya harus pergi ke kantor imigrasi terdekat dari wilayah tempat tinggal, dalam hal ini saya akan memperpanjang visa di kantor imigrasi shinyurigaoka dekat tempat tinggal saya. Perpanjangan paspor dan visa kali ini adalah untuk yang kedua kalinya bagi saya, tapi saya hampir lupa persyaratan apa saja yang perlu dibawa. Setelah mencari-cari lagi informasi, akhirnya saya taruh prosedur perpanjangan tersebut di posting ini, hitung-hitung disamping bisa berguna buat anda pembaca blog ini juga bisa berguna buat saya sendiri 🙂 Continue reading

Perjalanan Menggapai Puncak Gunung Fuji


Fuji yang dari kejauhan menyiratkan keindahan panorama. Fuji yang dari kejauhan adalah hampir selalu jadi obyek dari foto dan lukisan spektakuler. Fuji yang adalah seakan simbol keindahan, puncak tertinggi dari segala puncak di negeri matahari terbit ini, akan tampak wajah aslinya jika kita menyentuhnya.

well, perjalanan menggapai puncak gunung fuji ini sebenarnya sudah saya lakukan hampir tiga tahun yang lalu, tepat di puncak musim panas tahun 2009 di bulan Agustus. Biar bagaimanapun perjalanan tersebut adalah kisah yang tetap akan saya kenang selamanya, karena walaupun pengalaman tersebut seru tapi mungkin saya tidak akan ingin mengulanginya lagi :). Gunung Fuji (富士山 Fuji-san]) adalah gunung tertinggi di Jepang, terletak di perbatasan Prefektur Shizuoka dan Yamanashi, di sebelah barat Tokyo. Gunung Fuji terletak dekat pesisir Pasifik di pusat Honshu. Fuji dikelilingi oleh tiga kota yaitu Gotemba (timur), Fuji-Yoshida(utara) dan Fujinomiya (barat daya). Gunung setinggi 3.776 m ini dikelilingi juga oleh lima danau yaitu Kawaguchi, Yamanaka, Sai, Motosu dan Shoji. Gunung ini diperkirakan terbentuk sekitar 10.000 tahun yang lalu. Continue reading

Kejutan Istimewa di Hari ulang tahunku


Alhamdulillah tiga dekade sudah jantung ini berdetak sejak pertama kali hadir ke dunia. entah berapa jumlah oksigen yang telah aku hirup selama masa itu, berapa ribu meter kaki ini telah melangkah, berapa jumlah kata yang selama ini aku ucap.   Lebih dari itu semua rasa syukur pada Allah atas karunia umur ini, semoga menjadikan aku pribadi yang lebih baik lagi.

Hari ini dimulai dengan indah, ketika istriku memberi kejutan istimewa. Dengan tersenyum malu dia mencoba mengajakku ke ruang tv di apato kami. di situ sudah tersedia kue ultah dan hadiah yang sudah ia siapkan. kue itu kata dia, dia buat seharian kemarin, sewaktu saya sedang ada di lab. Mendapat kado istimewa dari orang tersayang memang kenangan istimewa. Saya jadi teringat betapa momen ulangtahun sepanjang hidup ini selalu dilewatkan begitu saja. tidak pernah ada kue ulangtahun, tidak juga kado atau surprise apapun. Segalanya berubah ketika sudah menikah, karena kata selamat pertama yang aku dengar datang dari si dia, sang dewi pujaan hati, bidadari yang diutus Allah untuk mendampingi hidupku. Love you sweetheart, as always :*

Berwisata Melihat Warna-warni Indah Daun di Musim Gugur


秋が来ただよ。。。、何か早いな!! Ketika dedaunan berubah warna menjadi warna-warni indah. Ketika  suara serangga yang biasa terdengar di sebelah apato ataupun asrama sudah tidak lagi terdengar. Ketika suhu udara tidak sungkan-sungkan lagi merayap turun mendekati titik beku H2O. Itulah musim yang kini menyelubungi setiap jengkal tanah di negeri matahari terbit ini.  Musim yang tidak lain adalah musim gugur, yang sangat dinanti banyak orang, karena udaranya sejuk, badan terasa segar setiap saat. Terik matahari pun tidak begitu panas dan udara juga tidak begitu dingin. Sama halnya pada saat musim semi, dua musim yang selalu dinanti-nantikan.   Continue reading

[Koudasai] Festival kampus Tokyo Institute of Technology


“Sajojo… sajojo…. Yumanampo misa papa, Samuna muna muna keke, Samuna muna muna keke. Sajojo…. sajojo….. Yumanampo misa papa, Samuna muna muna keke, Samuna muna muna keke. Kuserai, kusaserai rai rai rai rai.. kuserai, kusaserai rai rai rai rai… “  nyanyian kompak nan merdu dari pemuda-pemudi berbatik rapi dengan iringan gitar dan diiringi pula aksi menari bersama oleh sebagian dari mereka memukau banyak pengunjung sebuah festival yang kebetulan melintas di depan mereka.  Ini bukanlah pemandangan  dari sebuah sudut kota di papua barat, bukan pula sebuah bagian dari  sesi pengambilan gambar sebuah film bertajuk “kebudayaan nasional”, atau pula aksi iseng sekelompok pengamen jalanan yang mengimprovisasi diri dalam mencari sesuap nasi. Continue reading

Sharing Pengalaman Studi di Jepang (7): Lebaran di Tokyo


” Allahu akbar – allahu akbar – Allahu akbar, Lailaa Haillallahu Allahu Akbar, Allahuakbar wallillahilham”, takbir berkumandang, jemaah berduyun-duyun datang dari berbagai penjuru menyesaki ruang-ruang kosong yang sudah disediakan. “Mas silahkan bagi jemaah laki-laki ke arah sini, masih ada ruang tersisa kok di koridor” sapa seorang panitia dengan ramahnya, sambil menyodorkan plastik untuk membungkus sepatu atau sandal yang dibawa. Pagi ini bangunan tersebut seakan tidak mampu menampung luapan jemaah sholat yang membludak, sehingga ruangan koridorpun menjadi terlalu berharga untuk tidak dipakai sebagai tempat sholat. Kali ini saya memang tidak sedang bermimpi, tapi itulah yang terjadi di sebuah bangunan lantai tiga bercat putih dengan lambang garuda gagah berwarna keemasan, yang di bawahnya bertuliskan dua kata yang juga berwarna keemasan “Balai Indonesia”. Bangunan yang tidak lain bernama Sekolah Republik Indonesia Tokyo atau biasa disingkat dengan SRIT. Continue reading

Belajar Teknik pengolahan sampah di Jepang (1): aturan membuang sampah


Kebersihan mungkin adalah suatu kata yang hampir bosan kita dengar karena sudah didengungkan ke telinga kita sejak masih kecil hingga usia dewasa. Kebersihan seakan jadi mimpi tak berwujud bagi sebagian penduduk Indonesia. Suatu kata yang begitu indah didengar tetapi begitu sulit diwujudkan. Bahkan kota yang mempunyai jargon “kota bersih” di embel-embel namanya juga tidak lepas dari sampah berserakan. Bagi sebagian orang, membuang sampah adalah membuang sampah dalam arti yang sebenar-benarnya, dibuang begitu saja tanpa peduli lagi dengan dampaknya ke lingkungan sekitar, yang penting sampah itu jauh darinya.  Continue reading

Sharing Pengalaman Studi di Jepang (5): Makananku


Adalah suatu hal yang menyenangkan bila di suatu tempat di negeri seberang lautan, di zona waktu yang berbeda, disaat hati mulai rindu akan nuansa kuliner tanah air yang mempesona, kita bisa mencicipi makanan favorit kita. Setiap kunyahan akan terasa seperti sesuatu yang tak ternilai dan akan terlontar kata mak nyuss…. mak blegender… dengan tulus ikhlas 🙂 . Persoalan makanan mungkin akan jadi masalah siapapun jika tinggal di lingkungan yang baru, tidak harus tinggal di negara lain, tinggal di kota yang berbeda yang hanya berjarak beberapa puluh kilometer saja manakala olahan kulinernya berbeda dengan olahan kuliner di kota asal kita mungkin akan sulit membuat kita kerasan. Bagaimana dengan mereka yang hidup di luar negeri? tentu saja rasa itu lebih dahsyat, karena tidak setiapwaktu kita bisa melepas rindu akan lezatnya kuliner tanah air. Bahkan mungkin di beberapa daerah dimana sulit menemukan rekan senegara tinggal di wilayah yang sama, menikmati kelezatan kuliner tanah air hanyalahsebuah mimpi yang tak berwujud. Continue reading