Sharing Pengalaman Studi di Jepang (11): Ski


Lautan salju membentang sepanjang batas mata memandang menyelimuti setiap lekuk morfologi tanah di tempat itu. Perpaduannya dengan latar pegunungan di belakangnya menghasilkan setiap bentangnya ibarat lukisan empat dimensi yang sangat-sangat  indah.

Rasa cemas membayang ketika jarum jam sudah menunjukkan hampir pukul 10 malam padahal kereta listrik yang aku tumpangi menuju Tokyo Eki (stasiun Tokyo) masih berada beberapa stasiun dari lokasi tujuan. Rinkai line begitulah nama jalur yang saya gunakan untuk menuju stasiun Tokyo setelah sebelumnya transfer di stasiun Oimachi. Dengan kereta kombinasi express dan lokal saya menghabiskan sekitar 50 menit untuk sampai di  stasiun Oimachi dari stasiun Nagatsuta, stasiun terdekat dari asrama saya. Sedangkan untuk menuju stasiun Tokyo dari stasiun Oimachi dengan menggunakan jalur rinkai line diperlukan waktu sekitar 20 menit, demikian informasi yang didapat dari situs hyperdia.org. Kereta ini penuh sesak oleh penumpang-penumpang berjas dan juga siswa-siswi sma Jepang yang selesai jalan-jalan entah kemana. Kereta ini berhenti di setiap stasiun yang dilewatinya, sehingga terkesan bergerak lambat padahal sebetulnya lajunya sangat cepat. Ketepatan waktu di Jepang memang sangat bisa diandalkan, persis 20 menit kereta itu sudah berhenti di stasiun Tokyo. Waktu itu jarum jam sudah menunjukkan pukul 10 tepat, waktu yang sudah disepakati untuk bertemu dengan teman-teman lain satu rombongan.

Stasiun Tokyo begitu besar dan megah, sehingga mencari YAESU DEGUCHI(“ェ重洲出口)atau pintu keluar Yaesu ternyata juga menyulitkan. Stasiun Tokyo dengan jalur-jalur kereta yang berjumlah puluhan dan pintu keluar yang berlipat-lipat jumlahnya sangat membuat saya kebingungan. Baru diketahui kemudian pintu keluar Yaesu ternyata juga ada banyak. Di Yaesu Deguchi Minami atau pintu keluar Yaesu selatanlah tempat berkumpulnya. Setelah sebelumnya tersasar ke pintu keluar Yaesu utara dan bertanya kepada petugas stasiun akhirnya pintu keluar Yaesu selatan bisa ditemukan, yatta :)  Di Yaesu Minami Deguchi ternyata hampir semua anggota rombongan sudah berkumpul, jumlah rombongan yang ikut ada 53 orang termasuk panitia. Acara ini merupakan acara yang dikoordinir oleh PMIJ yang diadakan rutin tiap tahun. Tahun lalu saya tidak ikut serta, sehingga ini keikutsertaan yang pertama bagi saya untuk melakukan olahraga mewah ini. Disebut demikian karena untuk berski ria secara total menghabiskan uang 20.000 Yen lebih (sekitar 2 juta rupiah lebih). Setelah dipastikan semua peserta sudah datang rombongan pun bersiap menuju bis yang sudah disewa untuk mengangkut rombongan ke lokasi ski dan snowboard yang sudah ditentukan.

 

Suasana di bis berjalan monoton, seakan memasuki dimensi waktu yang berbeda, waktu terasa berjalan sangat lambat. Setelah mencoba mengobrol ngalor ngidul dengan mas ibung, yang jadi teman sebelah kursi duduk saya, saya mencoba memejamkan mata, tapi tetap tidak bisa :) . Bis berhenti empat kali sepanjang perjalanan, sekedar memberi kesempatan anggota rombongan yang ingin ke toilet atau membeli snack di toko-toko yang tersedia. Di antara dereta lokasi belanja tersebut ada vending machine  (mesin penjual otomatis) menarik yang saya jumpai, yaitu mampu menyajikan kentang goreng, nasi goreng, atau ayam goreng. Beberapa anggota rombonganpun tergiur untuk mencicipi menu yang ditawarkan oleh mesin tersebut, jreng-jreng… dalam 2 menit makanan siap tersaji, benar-benar keren. Bis kemudian melanjutkan perjalanan lagi, sekitar pukul 1 dinihari akhirnya saya tertidur juga, walau kurang lebih  sekitar dua jam lamanya, tapi saya merasa tidur sudah sangat lama. Di pemberhentian ketiga bis berhenti 45 menit sehingga rombongan yang ingin makan bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk makan. waktu itu jam masih menunjukkan pukul 03.00 dini hari, sehingga saya dan beberapa teman lain memutuskan untuk membeli udon saja. di luar rintik-rintik salju sudah mulai berjatuhan, duh romantisnya :) . Sekitar pukul 4 dini hari salju sempat turun dengan lebatnya, memberi nuansa romantis dan dingin bagi bis yang sedang melaju kencang ini. Pukul enam pagi di sepanjang sisi kanan kiri jalan sudah ditutupi oleh salju tebal, menambah nuansa pemandangan yang indah. pukul 6.45 bisa sudah sampai di lokasi yang dituju.

BERSAMBUNG

Advertisements

Silahkan tuliskan Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s