Sharing Pengalaman Studi di Jepang (10): Pesta Kecil di Penghujung Tahun


Pesta demi pesta memang biasa mengiringi hari-hari gersang kehidupan garang di laboratorium selama saya tinggal di Jepang, biasanya teman-teman satu laboratorium berkumpul merayakan setiap ada even yang bisa dirayakan. Intinya hal sekecil apapun jika bisa diadakan pesta tentu akan diadakan pesta 🙂 . Saya dengan segala alasan agama dan juga alasan finansial tentunya he he mencoba menghindar dari segala pesta-pesta ini, karena menu yang disajikan umumnya tidak bisa saya makan, dan umumnya berujung pada acara minum sake. Pernah saking mabuknya teman di laboratorium  menyapa saya menggunakan kata assalamualaikum untuk mengakrabkan diri, sebetulnya terkejut senang tapi kemudian saya ralat rasa senang itu karena dia sedang mabuk. Tapi ya gak apalah daripada tidak sama sekali 🙂

Entah karena pengaruh kehidupan “glamor” yang sering menyapa kehidupan sehari-hari di sini atau entah karena rasa rindu akan suasana kebersamaan di tanah air akhirnya ide menggelar pesta kecil ini muncul begitu saja. Pesta kecil untuk tidak melewatkan begitu saja malam pergantian tahun dengan berbengong diri di kamar he he. Sebetulnya sudah ada pesta yang dikoordinir teman-teman ppitokodai, sayangnya tempatnya relatif sangat jauh dari tempat saya. Membayangkan dinginnya suhu -2 derajat C saja sudah membuat sebagian orang demam gak karuan, apalagi merasakannya sendiri. Ya.. suhu saat itu memang mencapai titik tersebut, sangat dingin. Saya yang baru 3 jam sebelumnya berbelanja ke supermarket yang hanya berjarak 1 km dari tempat saya saja seakan merasakan dinginnya freezer kulkas. Jaket tebal yang menyelimuti tubuh seakan tak berdaya menghalangi, sarung tangan ski yang saya pakai juga seakan dianggap kain tipis tak berarti, brr dingin….

Kebetulan di kompleks asrama nagatsuta tempat saya tinggal ada 9 orang teman mahasiswa asal Indonesia yang tinggal di asrama yang sama, tapi ada sekitar 4 orang saja yang siap untuk diajak acara pesta makan-makan malam itu. Setelah koordinasi lewat telepon seluler akhirnya merekapun datang dengan membawa bahan makanan yang siap dimasak. Saya sendiri menawarkan untuk menghidangkan gule daging sapi, mbak chastin menawarkan untuk membuat pizza roti mariyam, dan pisang goreng, zaenal menawarkan untuk menghidangkan teh sariwangi, dan martin menawarkan untuk menyumbangkan telur-telur ayam di kulkasnya untuk bahan pisang goreng dan memasak nasi. Disepakati tempat pesta makan-makan adalah di unit punya martin di gedung B lantai 1. Saya di gedung B lantai 2, sedang mbak chastin dan Zaenal tinggal di gedung C, jadinya tempat Martin dinilai cukup representative karena letaknya dekat disamping suasana mendukung lainnya yakni roomate yang kebetulan sedang pulang ke negaranya.

Aksi pertama dimulai dengan kegiatan menghidangkan main course berupa nasi gule daging sapi dipadu kentang yang saya sajikan. Tidak perlu bersusah payah mengulek begitu banyak macam bumbu untuk gule karena ada bumbu instant gule yang tersedia. Yang perlu dilakukan adalah mengolah gule tersebut sehingga berasa seperti rasa aslinya, nah ini yang sulit 🙂 . Untuk memberi tekstur yang empuk pada daging sapi yang dimasak untuk gule, dan memberi rasa sedap di daging tersebut, daging tersebut digoreng dulu dengan olahan bawang putih yang diulek halus. Bawang putih yang diulek halus tadi dimasukkan ke wajan sampai beraroma harum kemudian baru diikuti irisan daging sapi. Untuk memberi rasa asin ditambahkan pula garam. Setelah cukup matang, daging kemudian ditiriskan, untuk kemudian dimasukkan panci tempat memasak gule tadi. setelah suhu air mendidik, bumbu gule dimasukkan sambil diaduk-aduk rata. Kemudian ditambahkan santan bubuk dan diaduk rata lagi. Untuk menambahkan rasa pedas yang nendang, ditambahkan dua cabe besar yang diulek halus. Sebagai penyedap ditambahkan sereh yang digeprek dan dua helai daun salam. Tidak lupa ditambahkan kentang yang sudah diiris dadu untuk memberi rasa crunchy pada gule. 20 menit kemudian gule maknyuspun sudah tersaji. waduh jadi kayak cerita wisata kuliner nih he he

Sebagai appetizer sekaligus dessertnya mbak chastin menghidangkan pisang goreng dan pizza roti mariyam. Membuat pisang goreng sangatlah mudah, tinggal menambahkan adonan tepung terigu dan gula dengan perbandingan 2:1 plus air maka adonan sudah siap. Telur bisa ditambahkan ke adonan untuk memberi rasa chruncy pada adonan. Kemudian adonan diaduk dengan sendok sampai rata menyatu. Pisang diiris agak tipis kemudian diaduk di adonan tadi, kemudian dimasukkan ke wajan yang dipanaskan dengan api kecil. Yang perlu keahlian khusus kayaknya pada bagian “teknik pengapian” karena pada saat ini sangat menentukan kualitas pisang goreng yang dihasilkan. Setelah dibolak-balik, akhirnya pisang goreng siap tersaji. Untukpizza roti mariyam kebetulan tidak memperhatikan cara pembuatannya jadi tidak bisa cerita 🙂

Setelah semua makanan tersaji, kamipun memulai acara pesta makan-makan.Rombongan kelompok makan bertambah menjadi 5 orang setelah satu teman asrama martin yang berasal dari India diajak ikut serta. Episode selanjutnyapun berlanjut dengan obrolan dalam bahasa Inggris campur-campur bahasa Indonesia karena ada teman international yang gabung. Untuk mengakrabkan diri dengan teman dari India sayapun menyanyikan lagu kuch-kuch hota hai dan menyebut aktor bollywood favorit saya. Dari obrolan singkat dengan dia baru diketahui ternyata ada cukup banyak kata-kata dalam bahasa Indonesia yang mempunyai arti dan pengucapan yang sama dalam bahasa Hindi, bahasa Nasional India. Tidak terasa kemudian waktu sudah bergulir menunjuk angka jam 12 tepat, tanda saatnya mengucap, kampaii…. dan 明けましておめでとうございます!今年もよろしくおねがいします. Semoga di tahun 2010 ini segala cita dan asa bisa tercapai dengan sukses…

  

Advertisements

Silahkan tuliskan Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s