Sharing Pengalaman Studi di Jepang (7): Lebaran di Tokyo


” Allahu akbar – allahu akbar – Allahu akbar, Lailaa Haillallahu Allahu Akbar, Allahuakbar wallillahilham”, takbir berkumandang, jemaah berduyun-duyun datang dari berbagai penjuru menyesaki ruang-ruang kosong yang sudah disediakan. “Mas silahkan bagi jemaah laki-laki ke arah sini, masih ada ruang tersisa kok di koridor” sapa seorang panitia dengan ramahnya, sambil menyodorkan plastik untuk membungkus sepatu atau sandal yang dibawa. Pagi ini bangunan tersebut seakan tidak mampu menampung luapan jemaah sholat yang membludak, sehingga ruangan koridorpun menjadi terlalu berharga untuk tidak dipakai sebagai tempat sholat. Kali ini saya memang tidak sedang bermimpi, tapi itulah yang terjadi di sebuah bangunan lantai tiga bercat putih dengan lambang garuda gagah berwarna keemasan, yang di bawahnya bertuliskan dua kata yang juga berwarna keemasan “Balai Indonesia”. Bangunan yang tidak lain bernama Sekolah Republik Indonesia Tokyo atau biasa disingkat dengan SRIT.

Hari ini adalah hari Suci yang sangat dinanti-nantikan umat Islam dari seluruh penjuru dunia. Hari suci yang mengakhiri bulan paling suci, bulan Ramadhan. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Islamic Center Jepang, bahwa Idul Fitri 1430 Hijriah di Jepang ditetapkan tanggal 20 September 2009. Hari yang disambut bahagia banyak orang, termasuk saya :) . Kebetulan di Jepang tanggal 21 s.d 23 Sepetember 2009 berturut-turut adalah hari libur nasional yang dikenal juga sebagai silver week. tanggal 21 September adalah hari penghormatan kepada yang lebih tua. Tanggal 22 September adalah hari libur nasional. Sedangkan tanggal 23 September adalah autumn equinox, hari yang menandai lama siang dan malam sama panjangnya. Karena mungkin hari libur yang cukup panjang tersebutlah warga Indonesia yang bermukim agak jauh dari Tokyopun datang juga ke SRIT untuk menjalankan sholat Ied. Dengan demikian angka jemaah sholat meningkat drastis menjadi 3000 orang. Hal yang sudah diantisipasi secara sangat baik oleh panitia penyelenggara dengan membuat sholat dalam dua gelombang. Seusai sholat, Jemaah sholat dapat melepas kerinduan dengan makanan tanah air dengan membeli di bazar yang terdapat di tepi pelataran SRIT. Bagi yang ingin dapat makanan gratis dapat langsung meluncur ke Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berjarak kurang lebih dua kilometer dari SRIT.

suasana pergantian shift satu dan shift dua sholat ied di SRIT Tokyo

Merayakan hari raya di negeri orang memang kadang menyisakan sedikit pedih di hati bagi sebagian orang. Kenangan-kenangan merasakan hari raya bersama keluarga yang kadang membayang, kadang membuat hati merasa rindu berat akan nuansa tersebut, terlebih lagi bagi mereka yang tidak dapat merasakan nuansa kebersamaan, sebagaimana potret indah yang ditampilkan di Sekolah Rakyat Indonesia Tokyo tersebut. Hari ini adalah untuk ke-dua kalinya saya merayakan hari raya di negeri sakura ini. Lebaran tahun lalu adalah hari ke-tiga saya berada di Jepang, pada masa itu kesepian dan canggung masih menyerang. Hari ini sepertinya segalanya jauh berubah, karena rasa canggung dan kesepian tereduksi hampir sempurna. Di sekeliling adalah sahabat-sahabat yang sudah sangat akrab dengan saya selama menjalani kehidupan di tanah perantauan ini. Sahabat-sahabat yang akan turut mewarnai alur indah kehidupanku nantinya.

Advertisements

One comment on “Sharing Pengalaman Studi di Jepang (7): Lebaran di Tokyo

  1. alhamdulillah , sekarang sdh lebaran lagi sobat, bgaimana kabar lebaran di jepang? pasti tambah berkesan ya?
    sip deh, pengin rasanya pergi pergi keluar negeri, namun bak angan angan saja, hehehe

Silahkan tuliskan Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s